Abstract :
Penelitian ini bertujuan menganalisis personal branding Gibran
Rakabuming raka di platform media sosial Instagram dengan menggunakan
perspektif teori personal branding Peter Montoya. Fokus penelitian ini untuk
memahami bagaimana Gibran membangun citra dirinya melalui unggahan di
Instagram dengan delapan konsep utama yakni, yakni specialization, leadership,
personality, distinctiveness, visibility, unity, persistence, goodwill. onsep
persistence tidak terlihat dalam unggahan di Instagram, namun kemungkinan dapat
ditemukan di platform media sosial lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Gibran berhasil membangun citra sebagai pemimpin muda yang santai, inovatif,
dan dekat dengan masyarakat. Gibran menampilkan sisi santainya dalam unggahan
yang berfokus pada caption yang sering menggunakan bahasa yang unik dan tidak
biasa, seperti gaya bahasa anime, yang berhasil menarik perhatian banyak orang
dan mengundang interaksi berupa komentar. Selain itu, inovasi Gibran juga terlihat
melalui penggunaan teknologi baru dalam kampanye, seperti pemasangan
videotron animasi AI yang menarik perhatian publik dan memperlihatkan sisi
kreatif Gibran. Kedekatannya dengan rakyat juga tercermin dalam unggahanunggahan yang memperlihatkan Gibran menyapa masyarakat, menghadiri kegiatan
komunitas, dan berinteraksi dengan UMKM. Penggunaan feed, reels, dan caption
oleh Gibran lebih banyak mengutamakan caption dan video reels yang kreatif,
dengan bahasa santai dan humoris. Gibran jarang menggunakan infografis atau
gambar yang terlalu formal, menyesuaikan dengan gaya komunikasi Instagram
yang visual dan interaktif, sesuai dengan bukti yang ditemukan dalam analisis.
Kata kunci: Personal branding, Instagram, Gibran Rakabuming Raka, Semiotika
Ferdinand de Saussure, Teori personal branding.
214/KOM/2024