DETAIL DOCUMENT
Perbedaan Neutrophil-To-Lymphocyte Ratio dan Platelet-To-Lymphocyte Ratio pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Wicaksono, Hanif Haidar
Hendrianingtyas, Meita
Rachmawati, Banundari
Subject
Medicine 
Datestamp
2024-12-27 01:41:36 
Abstract :
Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang melibatkan gangguan metabolisme secara genetik maupun klinis, dianggap sebagai ancaman kesehatan manusia. Pemeriksaan HbA1c digunakan untuk memantau glikemik jangka panjang. Proses inflamasi akibat hiperglikemia diukur melalui neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) dan platelet-to-lymphocyte ratio (PLR) untuk menilai risiko komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan nilai NLR dan PLR pada pasien DM tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dilakukan menggunakan data catatan medis pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Sebanyak 80 pasien dibagi menjadi kelompok DM tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol (masing-masing 40 orang). Data NLR dan PLR dianalisis untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil: Rerata usia pasien 56,71 ± 10,7 tahun. Nilai rerata NLR adalah 2,33 ± 1,59 dan PLR 141,77 ± 79,16. Terdapat perbedaan signifikan NLR antara pasien terkontrol dan tidak terkontrol (p < 0,001). PLR juga menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p = 0,021). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna antara nilai NLR dan PLR pada pasien DM tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol. NLR dan PLR lebih tinggi secara bermakna pada kelompok tidak terkontrol, menunjukkan bahwa inflamasi sistemik berperan dalam kondisi DM tipe 2 dengan kontrol glikemik yang buruk. Kata Kunci: Diabetes Melitus, HbA1c, Inflamasi, NLR, PLR. 
Institution Info

Universitas Diponegoro