Abstract :
Era digital menghadirkan keterbukaan informasi sebagai faktor penting dalam
membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Pemprov DKI
Jakarta melalui Diskominfotik memanfaatkan Instagram @dkijakarta sebagai
media komunikasi publik untuk mewujudkan keterbukaan informasi yang
berkualitas. Namun, kendala seperti responsivitas yang rendah terhadap masukan
masyarakat dan minimnya pemanfaatan fitur interaktif menjadi tantangan yang
perlu diatasi untuk menciptakan interaksi dua arah yang lebih efektif. Penelitian ini
bertujuan menganalisis efektivitas Diskominfotik DKI Jakarta dalam mengelola
akun Instagram @dkijakarta melalui pendekatan metode campuran (mixed
methods) dengan tipe exploratory sequential. Data dikumpulkan menggunakan
wawancara mendalam dan survei tertutup untuk mengevaluasi pencapaian tujuan,
integrasi, dan adaptasi terhadap tren digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
meskipun Instagram terbukti sebagai platform efektif untuk penyebaran informasi,
respons terhadap masukan masyarakat masih belum optimal. Rendahnya
pemanfaatan fitur-fitur interaktif seperti tanya jawab dan live streaming menjadi
kendala utama dalam membangun keterbukaan informasi yang lebih partisipatif.
Penelitian ini merekomendasikan implementasi SOP pengelolaan media sosial yang
komprehensif, mencakup panduan waktu respons, tata kelola konten berbasis tren,
serta pemanfaatan analitik media sosial untuk evaluasi kinerja. Langkah ini
diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan responsivitas informasi publik
melalui media sosial yang lebih inovatif dan interaktif.
Kata Kunci: efektivitas organisasi, media sosial, keterbukaan informasi.
205 PUBLIK 2024