DETAIL DOCUMENT
Hubungan antara Kejadian Gejala Gastrointestinal dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Kinasih, Diah Ayu Zahwa
Riansari, Anugrah
Setiawan, I. Edward Kurnia
Warlisti, Ika Vemilia
Subject
Medicine 
Datestamp
2024-12-27 06:36:07 
Abstract :
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang sering disebabkan oleh resistensi insulin dan kegagalan sel beta pankreas. DM tipe 2, yang mencakup lebih dari 90% kasus, dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan gastrointestinal (GI) yang dilaporkan terjadi pada 91% pasien. Hiperglikemia kronis memengaruhi sistem saraf otonom dan menyebabkan gejala GI seperti gastroparesis dan enteropati diabetes yang berdampak pada kualitas hidup. Di Indonesia, meskipun prevalensi DM tinggi, namun tingkat diagnosisnya masih rendah, dan penelitian mengenai hubungan gejala GI dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tersebut pada pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSND Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan data sekunder (rekam medis) dan data primer berupa pengisian kuesioner Short Form-36 (SF-36) untuk menilai kualitas hidup pasien DM tipe 2 dan kuesioner Gastrointestinal Symptoms Rating Scale (GSRS) untuk menilai gejala gastrointestinal pada pasien DM tipe 2. Pengumpulan data dilakukan secara consecutive sampling pada pasien di Poli Penyakit Dalam RSND yang memenuhi kriteria. Analisis data meliputi uji univariat untuk karakteristik responden dan uji bivariat menggunakan uji chi-square atau uji alternatif Fischer (p<0,05) untuk menilai hubungan antara gejala gastrointestinal dan kualitas hidup serta analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik yang dilakukan untuk menganalisis hubungan antara gejala gastrointestinal dengan kualitas hidup setelah dikontrol dengan variabel karakteristik responden. Variabel yang dimasukkan dalam analisis multivariat adalah variabel yang pada analisis bivariat memiliki nilai p<0,25. Hasil : Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa sindrom refluks (p=0,005), sindrom indigesti (p<0,001), dan sindrom konstipasi (p=0,005) memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2, sementara nyeri abdomen (p=0,333) dan sindrom diare (p=0,162) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa hanya sindrom refluks (p=0,019; OR: 13,83; 95% CI: 1,55?123,36) dan sindrom indigesti (p=0,002; OR: 25,32; 95% CI: 3,03?211,80) yang memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Sindrom indigesti berat meningkatkan risiko kualitas hidup buruk 25,322 kali lipat dibandingkan sindrom indigesti ringan. Kesimpulan: Sindrom indigesti dan sindrom refluks memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2, dengan sindrom indigesti sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup, sementara gejala gastrointestinal lainnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, gejala gastrointestinal, kualitas hidup 
Institution Info

Universitas Diponegoro