Abstract :
Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu media komunikasi yang
bertujuan untuk menyampaikan pesan edukatif dan persuasif kepada masyarakat. Bank
Central Asia (BCA) merilis sebuah iklan berjudul "Don?t Know? Kasih No!" sebagai
bentuk edukasi dan upaya preventif terhadap penipuan digital yang semakin marak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip persuasi
diterapkan dalam iklan tersebut, dengan fokus pada motif di balik pesan yang
disampaikan untuk mempertahankan kepercayaan nasabah sebagai elemen vital dalam
eksistensi lembaga perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode analisis hermeneutika dari Schleiermacher, yang mencakup analisis dua
bagian yaitu cortex dan nucleus. Analisis cortex melibatkan kajian gramatikal dan
semantik dengan memperhatikan konteks, sedangkan nucleus mencakup interpretasi
tekstual yang menyoroti nilai, norma, dan ideologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip persuasi seperti otoritas,
pembuktian sosial, dan rasa suka digunakan secara efektif dalam elemen-elemen iklan
seperti visual, teks, dan penggunaan figur publik. Analisis lebih lanjut mengungkapkan
bahwa iklan ini tidak hanya bertujuan mengedukasi masyarakat, tetapi juga berfungsi
sebagai strategi untuk membangun dan memperkuat kepercayaan nasabah terhadap
BCA. Dengan menggunakan pendekatan kreatif dan relevan, iklan ini berhasil
menciptakan citra positif yang mendukung keberlangsungan institusi perbankan di
tengah meningkatnya ancaman penipuan digital.
Saran untuk penelitian selanjutnya, penulis berharap lembaga perbankan lain
dapat mencontoh pendekatan kreatif dan relevan yang digunakan dalam iklan ?Don?t
Know? Kasih No!? untuk membangun kepercayaan nasabah. Penelitian selanjutnya
juga dapat memperluas analisis dengan membandingkan efektivitas berbagai
kampanye iklan layanan masyarakat dalam menciptakan kesadaran dan kepercayaan
publik terhadap lembaga perbankan.
Kata Kunci: Persuasi, Iklan Layanan Masyarakat, Penipuan Digital,
Hermeneutika, Bank BCA
219 kom 2024