DETAIL DOCUMENT
RANCANG BANGUN SIMULATOR SHAFT ALIGNMENT BERBASIS DIAL DIGITAL INDICATOR DENGAN METODE REVERSE DIAL
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
IMAWATI, LAILIA NIFSA
Subject
Engineering 
Datestamp
2024-12-27 02:02:11 
Abstract :
Laporan Proyek Akhir ini membahas pembuatan simulator Shaft Alignment berbasis Dial Digital Indicator. Alat ini dirancang menggunakan Mesin Diesel Hong Tong Fang ZS1115 spesifikasi 24HP/2200 RPM sebagai driver dan Dinamo Alternator Ohatsu Welder KSW250A sebagai driven, dihubungkan dengan Kopling FCL 200. Pengukuran alignment menggunakan Metode Reverse Dial, titik pengukurannya yaitu di rim kopling driver dan rim kopling driven. Titik pengukuran dibagi menjadi 4 pada posisi jam 12, jam 3, jam 6, dan jam 9. Hasil pengukuran misalignment pada rim driver pada pukul 12 = 0; 3=0.350; 6=0.8; dan 9=-1.038 mm. Sedangkan hasil pada rim driven pada pukul 12=0; 3= -1.183; 6=-0.952 dan 9= -0.064 mm. Sudut pandang yang disepakati yaitu dilihat dari belakang mesin diesel menghadap ke dinamo alternator. Setelah dilakukan perhitungan metode Reverse Dial, dihasilkan pergeseran pada driver yaitu mesin diesel secara vertikal untuk inboard mengurangi shim 1.16 mm dan untuk outboard mengurangi shim 1.92 mm. Sedangkan hasil perhitungan horizontal, untuk inboard menggeser ke kiri sebesar 0.656 mm dan untuk outboard menggeser ke kanan sebesar 2.006 mm. Setelah dilakukan pergeseran tersebut, posisi alignment telah terpenuhi dengan hasil pada rim driver di posisi jam 12=0; 3=0.085; 6=0.145; dan 9 =-0.033 mm. Sedangkan untuk rim driven di jam 12=0; 3=-0.072; 6=-0.164 dan 9=0.042 mm. Setelah kondisi ter-alignment, dilakukan pengecekan getaran pada inboard dinamo alternator di 3 titik, yaitu axial, vertikal, dan horizontal. Menghasilkan nilai getaran vertikal 14.5 mm/s, getaran horizontal 16.6 mm/s, getaran aksial 15.3 mm/s. Lalu untuk membuktikan misalignment menyebabkan getaran berlebih, dilakukan pergeseran pada mesin sebesar 1 mm ke kiri yang menyebabkan kenaikan nilai getaran vertikal 28.8 mm/s, getaran horizontal 17.1 mm/s, getaran aksial 17.3 mm/s. Dapat disimpulkan jika mesin dalam kondisi misalignment menyebabkan nilai getaran tinggi dibandingkan saat kondisi ter-alignment. Luaran dalam Tugas Akhir adalah: (i) Laporan tugas akhir, (ii) Prototype berupa alat simulator shaft alignment berbasis dial digital indicator, (iii) HKI. Kata Kunci: Kesejajaran poros, Dial Digital Indicator, Mesin Berputar, Metode Alignment, Perawatan 
Institution Info

Universitas Diponegoro