DETAIL DOCUMENT
ANALISA DEFORMASI STASIUN CORS AKIBAT GEMPA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2023
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
KAROMAH, KHOLIFATUL
Subject
Engineering 
Datestamp
2024-12-27 02:19:04 
Abstract :
Letak Indonesia yang ada diantara 3 Lempeng tektonik yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Dari lokasi tersebut mengakibatkan Indonesia menjadi daerah rawan bencana seperti gempa, gunung Meletus, dan tsunami. Gempa merupakan salah satu bencana alam yang umum terjadi, terlebih jika suatu area berada pada jalur gempa dari pertemuan lempeng tektonik. Pada 30 Juni 2023 pukul 19.57, Daerah Istimewa Yogyakarta dilanda gempa dengan magnitudo sebesar 6 Mw. Gempa yang terjadi memungkinkan adanya pergeseran tanah atau yang biasa disebut dengan deformasi. Dengan adanya hal tersebut maka perlu dianalisis deformasi dan velocity rate dari stasiun CORS yang ada di sekitar wilayah gempa yakni CPTS, JOGS, CBTL, dan CSDG mengingat pentingnya stasiun CORS sebagai referensi jaring kontrol geodetic yang memiliki ketelitian tinggi. Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perubahan posisi dari stasiun CORS jogja serta velocity rate nya. Pengolahan dari penelitian ini menggunakan perangkat lunak yaitu GAMIT/GLOBK. Pengamatan dilakukan dengan pengolahan menggunakan software GAMIT/GLOBK untuk mendapatkan hasil deformasi koseismik dan velocity rate. Hasil menunjukkan bahwa deformasi horizontal terbesar yakni stasiun CPTS, deformasi vertical terbesar pada stasiun CBTL, dan velocity rate terbesar pada statiun CPTS. 
Institution Info

Universitas Diponegoro