DETAIL DOCUMENT
PEMETAAN PREVALENSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BALITA STUNTING DENGAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (STUDI KASUS: KECAMATAN KALIJAMBE DAN KECAMATAN MONDOKAN, KABUPATEN SRAGEN)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
ANINDAR, ANINDAR
Subject
Engineering 
Datestamp
2024-12-27 03:18:47 
Abstract :
Permasalahan stunting menjadi salah satu permasalahan di bidang kesehatan bagi suatu negara. Stunting terjadi ketika seorang anak menderita kekurangan gizi kronis pada masa darurat perkembangannya, khususnya dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Menurut data balita stunting di Kabupaten Sragen Tahun 2021-2023, terdapat dua kecamatan yang memiliki kasus balita stunting tinggi di Kabupaten Sragen yaitu Kecamatan Kalijambe dan Mondokan. Nilai stunting di kedua kecamatan ini tidak stabil tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi prevalensi balita stunting dan faktor-faktor yang memengaruhi balita stunting dengan pendekatan spasial yaitu Geographically Weighted Regression (GWR). Dari hasil analisis data Desember 2023 hingga 2024, Kecamatan Mondokan memiliki prevalensi balita stunting lebih tinggi (18%), dibandingkan Kecamatan Kalijambe (14%). Namun, kedua kecamatan ini termasuk dalam kategori prevalensi balita stunting rendah (< 20%). Hasil dari pengolahan Geographically Weighted Regression (GWR) di Kecamatan Kalijambe, menunjukkan bahwa semua desa di Kecamatan Kalijambe tidak terdapat variabel independen yang berpengaruh terhadap prevalensi balita stunting. Sedangkan, di Kecamatan mondokan, menunjukkan bahwa variabel balita yang mendapatkan imunisasi lengkap dan penduduk miskin berpengaruh terhadap prevalensi balita stunting di semua desa di Kecamatan Mondokan. 
Institution Info

Universitas Diponegoro