DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PERCEIVED RISK DAN PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP REPUCHASE INTENTION MELALUI E-WOM SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pengguna TikTok Shop di Kota Semarang)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Supriyadi, Gabrina Mia
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2024-12-27 05:17:45 
Abstract :
PENGARUH PERCEIVED RISK DAN PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP REPUCHASE INTENTION MELALUI E-WOM SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pengguna TikTok Shop di Kota Semarang) ABSTRAK TikTok Shop menjadi socio-commerce yang muncul pada tahun 2021 sebagai sarana belanja secara digital. Pada tahun 2023, TikTok Shop memiliki transaksi Bruto berada peringkat keempat dimana menandakan tidak banyak masyarakat yang menggunakan TikTok Shop dalam bertransaksi dalam memenuhi kebutuhan produk fashion. Hal ini diduga dengan adanya persepsi risiko dan persepsi kegunaan pada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived risk dan perceived usefulness terhadap repurchase intention melalui electronic word of mouth sebagai variabel mediasi terhadap pengguna TikTok Shop di Kota Semarang. Tipe penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 97 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang kemudian data dilanjutkan pada tahap pengolahan menggunakan software Smart PLS versi 4.0. Penelitian ini menghasilkan bahwa perceived risk dan perceived usefulness berpengaruh signifikan terhadap electronic word of mouth. Kemudian, perceived risk dan perceived usefulness berpengaruh tidak signifikan terhadap repurchase intention, sedangkan electronic word of mouth berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention. Electronic word of mouth memediasi secara penuh pengaruh variabel perceived risk dan perceived usefulness terhadap repurchase intention Berdasarkan hasil penelitian, peneliti merumuskan saran bagi TikTok senantiasa untuk menjaga kepercayaan konsumen untuk tetap menjaga infomasi pribadi konsumen dengan meningkatkan keamanan penyimpanan data pribadi. Kemudian meningkatkan produktivitas konsumen dengan menyediakan subsidi potongan harga untuk seluruh produk sehingga konsumen dapat meningkatkan efisiensi biaya. TikTok perlu mendorong konsumen untuk meningkatkan intensitas membaca ulasan mengenai produk sesuai dengan kebutuhan masing-masing melalui konten Saran bagi penelitian selanjutnya yaitu dapat menambahkan variabel e-trust untuk dapat meningkatkan kepercayaan yang berujung pada repurchase intention. Kata kunci: persepsi risiko, persepsi kebermanfaatan, electronic word of mouth, repurchase intention 
Institution Info

Universitas Diponegoro