DETAIL DOCUMENT
Hubungan Gejala dan Tanda Klinis dengan Mortalitas Pasien Leptospirosis di Kota Semarang
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Pakpahan, Syefi Berliana
Ciptaningtyas, V. Rizke
Hapsari, Rebriarina
Adespin, Dea Amarilisa
Subject
Medicine 
Datestamp
2024-12-27 08:07:30 
Abstract :
Latar belakang: Leptospirosis masih menjadi salah satu penyakit zoonosis yang berdampak pada kesehatan masyarakat global serta menyumbang mortalitas yang tinggi. Leptospirosis memiliki gejala dan tanda klinis yang sangat beragam mulai dari ringan dan tidak spesifik hingga berat yang sering menyebabkan diagnosis terlewatkan. Mengidentifikasi gejala dan tanda klinis pasien leptospirosis di komunitas yang berhubungan dengan mortalitas dapat menyelamatkan pasien dari keterlambatan diagnosis leptospirosis. Tujuan: Mengetahui hubungan gejala dan tanda klinis dengan mortalitas pasien leptospirosis. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada September sampai dengan Oktober 2024 menggunakan data penyelidikan epidemiologi leptospirosis pada tahun 2018-2023 yang didapatkan dari 34 puskesmas di Kota Semarang. Pengambilan data dilakukan dengan metode total sampling. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat (distribusi frekuensi), analisis bivariat (uji chi square atau fisher?s exact test) serta analisis multivariat (uji regresi logistik). Hasil: Peluang terjadinya mortalitas pasien leptospirosis dengan gejala dan tanda klinis leher kaku adalah 48% dan meningkat menjadi 73% jika diikuti dengan ruam kulit, sedangkan peluang terjadinya mortalitas pasien leptospirosis dengan ruam kulit tanpa disertai leher kaku lebih besar, mencapai 91%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gejala dan tanda klinis dengan mortalitas pasien leptospirosis. Kesimpulan: Peluang terjadinya mortalitas pasien leptospirosis di 34 Puskesmas Kota Semarang pada tahun 2018 - 2023 dengan gejala dan tanda klinis leher kaku adalah 48% dan meningkat menjadi 73% jika diikuti dengan ruam kulit. Di sisi lain, peluang terjadinya mortalitas pasien leptospirosis dengan ruam kulit tanpa disertai dengan leher kaku mencapai 91%. Kata kunci: Leptospirosis, gejala dan tanda klinis, mortalitas 
Institution Info

Universitas Diponegoro