Abstract :
Penelitian ini membahas gerakan sosial perempuan Wadon Wadas dalam menolak
penambangan batuan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener di Purworejo pada periode
2018?2023. Menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua
rumusan masalah, yaitu bagaimana keterkaitan Wadon Wadas dengan lingkungan sebagai titik
awal gerakan dan bagaimana bentuk gerakan ekofeminisme yang dilakukan Wadon Wadas dalam
upaya menolak tambang. Analisis dilakukan menggunakan teori gerakan sosial, dengan fokus pada
mobilisasi dan pembingkaian gerakan, serta teori ekofeminisme yang mengungkap hubungan
antara perempuan dan lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam gerakan ini didasari
oleh hubungan mendalam mereka dengan lingkungan Desa Wadas, yang menjadi sumber
penghidupan sekaligus bagian dari identitas sosial dan budaya mereka. Ancaman terhadap
lingkungan memunculkan perlawanan perempuan yang diwujudkan melalui berbagai bentuk aksi
ekofeminisme, seperti aksi damai, ritual budaya, advokasi hukum, dan penggalangan solidaritas.
Mobilisasi gerakan dilakukan dengan memanfaatkan jaringan lokal dan nasional, sementara
pembingkaian gerakan dilakukan melalui narasi kolektif yang menekankan pentingnya keadilan
sosial dan ekologis.
Kesimpulannya, gerakan Wadon Wadas menunjukkan peran strategis perempuan dalam
melindungi lingkungan dan memperjuangkan hak atas tanah. Gerakan ini tidak hanya menolak
eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga menawarkan solusi berbasis ekofeminisme untuk
menghadapi ketidakadilan sosial dan ekologis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana
gerakan sosial dan ekofeminisme di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya solidaritas
dalam melawan perusakan lingkungan.
Kata kunci: Wadon Wadas, Ekofeminisme, Gerakan Sosial.