Abstract :
Perempuan rentan diobjektifikasi dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai
medium. Salah satunya pada media massa, yaitu film. Film ?The Seven Deadly
Sins: Prisoners of The Sky? menampilkan perempuan sebagai objek tatapan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana objektifikasi
seksual yang terjadi pada perempuan dalam film animasi The Seven Deadly
Sins: Prisoners Of The Sky ditampilkan dan bentuk objektifikasi seksual apa
yang muncul. Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah Male Gaze
Theory yang didukung oleh aliran feminisme radikal libertarian. Metode yang
digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data pada penelitian ini
adalah perangkat analisis semiotika, yaitu lima kode pembacaan milik Roland
Barthes.
Hasil analisis yang telah dilakukan pada 11 leksia dari film ini dengan
menggunakan lima kode pembacaan Roland Barthes kemudian menunjukkan
bahwa film animasi ?The Seven Deadly Sins: Prisoners of The Sky?
menampilkan adanya objektifikasi seksual terhadap perempuan melalui adegan
yang mempertontonkan interaksi, tindakan, dan perilaku dari tokoh-tokoh yang
ada di dalam film animasi ini. Sesuai dengan teori Male Gaze, perempuan
dijadikan objek terus menerus dalam perspektif atau sudut pandang laki-laki.
Wanita menjadi tampilan objek seksual yang motif utamanya dijadikan sebagai
tontonan yang erotis. Film ini dominan menggambarkan perempuan dalam
lensa laki-laki, kamera membangun pandangan objektif atas suatu peristiwa
melalui perspektif laki-laki. Kemudian ditemukan juga bentuk-bentuk
objektifikasi secara seksual yang terjadi dalam film animasi ini, berupa fokus
kamera terhadap bagian tubuh perempuan, melakukan penilaian atas
penampilan dan bentuk tubuh perempuan, juga dilontarkannya pernyataan
seksual yang kurang pantas.
Kata kunci: Objektifikasi Seksual, Male Gaze, Film, Perempuan, Semiotika,
The Seven Deadly Sins: Prisoners of The Sky.