Abstract :
Rancangan pabrik Aniline dengan proses Amonolysis Fenol kapasitas 1.000 ton per
tahun dia Tunjukkan untuk memenuhi kebutuhan Aniline dalam negeri karena semakin
meningkatnya kebutuhan akan Aniline, Pabrik ini direncanakan didirikan di kawasan industri
Cikampek, Jawa Barat dengan bahan baku Ammonia yang diambil dari PT. Pupuk Kujang
Cikampek dan bahan baku fenol yang diambil dari PT. Lambang Tri Usaha Cibitung
Proses produksi Aniline Menggunakan bahan baku Ammonia dan Fenol dengan katalis
Silica Alumina berdasarkan pada reaksi amonolysis fenol. Reaksi ini berlangsung pada fasa
gas dan bersifat Reversible. Reaksi berlangsung dalam reaktor jenis fixed bed multitube. Reaksi
berlangsung dalam fase gas dengan suhu dan tekanan 400 derajat Celcius per 16,5 ATM serta
bersifat eksotermis. Setelah direaksikan di Reaktor selanjutnya dimurnikan Produk Aniline dari
pengotonya pada Menara destilasi (MD-01), Hasil bawah menara distilasi adalah keluaran
produk berupa anilin dengan kemurnian 99%.
Unit pendukung proses sebagian diperoleh dari kawasan industri Cikampek seperti unit
pengolahan limbah dan pengadaan listrik, namun unit pengadaan air steam dan udara tekan
direncanakan akan dikelola sendiri oleh pabrik. Sumber air diperoleh dari Sungai Parudangkali
dan Sungai Cikao di Cikampek untuk kebutuhan boiler feed water, dan cooling water dan
digunakan untuk sanitasi. proses yang berjalan akan menghasilkan limbah yang akan dikelola
terlebih dahulu sebelum dialirkan ke unit pengolahan limbah.
Bentuk badan usaha pabrik Aniline adalah perseroan terbatas atau PT terbuka dengan
sistem organisasi line and staff. Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 138 orang dengan
pengoperasian selama 300 hari kerja dan full time 24 jam. Dari hasil analisa ekonomi diperoleh
pos (Profit On Sales) sebesar 13,65% dan ROI (Return On Investment) sebesar 5,04% . Jika
dilihat dari IRR (Internal Rate of Return) yang diperoleh sebesar 84,8%, POT (Pay Out Time)
untuk pendirian pabrik ini selama 11 tahun 6 bulan dengan nilai BEP (Break Even Point) dan
SDP (Shutdown Point) berturut-turut sebesar 60,75% dan 26,14% disimpulkan pabrik layak
untuk didirikan dan menguntungkan bagi investor untuk menanam sahamnya dalam pendirian
pabrik ini.