DETAIL DOCUMENT
PRARANCANGAN PABRIK ASAM LINOLEAT DARI KACANG KEDELAI DENGAN PROSES HIDROLISIS (CONTINUOUS FAT SPLITTING) KAPASITAS PRODUKSI 13.000 TON/TAHUN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
SETYORINI, ENDHAH
Subject
Chemical Engineering 
Datestamp
2024-12-30 02:09:31 
Abstract :
Prarancangan pabrik asam linoleat dengan kapasitas 13.000 ton/tahun menggunakan proses hidrolisis, dengan bahan baku kacang kedelai. Pabrik direncanakan beroperasi selama 330 hari per tahun dan dalam 24 jam sehari. Produk yang dihasilkan pada prarancangan pabrik ini adalah asam linoleat dalam fase cair. Jumlah tenaga kerja dalam pabrik ini sebanyak 144 orang. Lokasi pabrik direncanakan di Rangkah Industrial Estate (SiRIE), Jawa Timur dengan luas tanah 12.925 m2 . Tangki Hidrolisis (TH-01) yang beroperasi secara kontinu pada temperatur 250- 260oC dan tekanan 41-49 atm dengan waktu 2-3 jam. Reaksi bersifat Hidrolisis Trigliserida dengan air untuk menghasilkan asam lemak dan gliserol. Asam lemak yang keluar dari atas tangki hidrolisis (TH-01) dengan temperatur 250oC dan tekanan 49 atm. Knock out drum I (KO01) berfungsi untuk menguapkan kadar air yang terikut pada asam lemak. Asam lemak dipompakan menuju heat exchanger I (HE-01). Sedangkan gliserol yang keluar dari bawah tangki hidrolisis (TH-01) dialirkan menuju knock out drum II (KO-02) untuk menguapkan kadar air yang terikut pada gliserol, dan juga ngekspansikan menjadi tekanan 1 atm dan suhu 240oC. Selanjutnya gliserol dipompakan menuju heat exchanger II (HE-02) untuk didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan di tangki penyimpanan I (TK-01). Asam lemak yang dihasilkan dari knock out drum I (KO-01) dipompakan menuju heat exchanger. HE-01 berfungsi untuk menurunkan suhu cairan asam lemak terlebih dahulu dari suhu 240oC menjadi 76oC. Dipompakan menuju crystallizer I. CR-01 berfungsi untuk mengkristalkan asam lemak jenuh berdasarkan titik bekunya. Slurry yang diangkut menggunakan screw conveyor I menuju centrifuge I. CE-01 berfungsi untuk mrmisahkan fase cair dan fase kristal. Asam linoleat dan asam oleat dipompakan menuju crystallizer II (CR-02) untuk dilakukan pengkristalan tahap kedua antara asam oleat dengan asam linoleat. Lapisan bawah campuran kristal yaitu asam arakidat, asam miristat, asam palmitat dan asam stearat diangkut menggunakan screw conveyor II (SC-02) menuju tangki penyimpanan II (TK-02). Kemudian asam linoleat dan asam oleat dipompakan menuju crystallizer II (CR-02) berfungsi untuk mengkristalkan asam oleat. karena produk yang didinginkan adalah asam linoleat pada fase cair. Campuran krital dan cairan yang terbentuk dibawah menggunakan screw conveyer III (SC-03) menuju centrifuge II (CE-02). Pada centrifuge II berfungsi untuk memisahkan fase cair dan fase kristal. Cairan berupa asam linoleat dipompakan menuju tangki penyimpanan IV (TK-04). Sedangakn lapisan bawah yaitu kristal asam oleat diangkut menggunakan screw conveyor (SC-04) menuju tangki penyimpanan III (TK-03). Unit pendukung proses atau yang dikenal sebagai utilitas yang digunakan dalam pabrik ini antara lain unit penyediaan dan pengolahan air, unit penyediaan steam, unit pembangkit tenaga listrik, unit penyediaan bahan bakar, unit penyedia udara tekan, unit pengolahan limbah, unit laboratorium dan unit pengolahan limbah. Analisis kelayakan pabrik asam linoleat ini menunjukkan nilai ROIsebelum pajak sebesar 44,91% dan ROIsesudah pajak sebesar 33,68%, nilai POT sebelum pajak adalah 2,06 tahun dan POT sesudah pajak adalah 2,68 tahun, BEP sebesar 63,16%, dan SDP sebesar 53,90%. 
Institution Info

Universitas Diponegoro