Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Bayu Putri, Ajrina Luthfita
Sudarmanto, Bambang
Utari, Agustini
Sareharto, Tun Paksi
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-30 04:21:45
Abstract :
Latar belakang: Leukemia limfoblastik akut (ALL) adalah kanker anak yang diobati dengan kemoterapi, termasuk glukokortikoid dan L-Asparaginase, yang dapat menyebabkan hiperglikemia pada 9,7% hingga 69% pasien. Hiperglikemia mungkin disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas. Penelitian ini menilai dampak glukokortikoid terhadap kadar C-peptida, biomarker fungsi sel beta pankreas, pada pasien ALL selama kemoterapi fase induksi.
Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian glukokortikoid dan L-asparaginase terhadap kadar C-peptida pada pasien leukemia limfoblastik akut yang menjalani kemoterapi fase induksi.
Metode: Penelitian dengan metode quasi experimental terhadap 25 anak penderita leukemia limfoblastik akut fase induksi usia 1 ? 17 tahun di Bangsal Anak dan Poli Hematologi Onkologi Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dilakukan penilaian kadar C-peptida serum sebelum dan setelah kemoterapi fase induksi.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 25 anak dengan ALL yang menjalani kemoterapi fase induksi. Kadar C-peptida sebelum kemoterapi berkisar 1,1-8,3 ng/ml (mean 4,9 ± 1,87 ng/ml) dan setelah kemoterapi 1,6-7,6 ng/ml (mean 4,7 ± 1,96 ng/ml). Tidak ditemukan perbedaan bermakna antara kadar C-peptida sebelum dan setelah kemoterapi (p>0,05). Tidak ada hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, BMI dan status gizi dengan kadar C-peptida.
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh pemberian glukokortikoid dan L-Asparaginase terhadap kadar C-Peptida pada pasien leukemia limfoblastik akut fase induksi. Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, BMI dan status gizi terhadap kadar C-peptida pada pasien ALL yang mendapat terapi glukokortikoid dan L-asparaginase selama fase induksi.
Kata kunci: Leukemia limfoblastik akut, Glukokortikoid, L-Asparaginase, C-peptida