Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Sari, Adisty Widyan Perwita
Subject
Social Science and Political Science
Datestamp
2024-12-30 04:35:54
Abstract :
Salah satu upaya untuk mendukung adanya kesetaraan gender dalam lingkup politik
diwujudkan melalui adanya figur perempuan di berbagai lini pemerintahan.
Pemerintah telah mengesahkan ketentuan dalam UU No. 7 Tahun 2017, yang
mewajibkan adanya keterwakilan perempuan dalam daftar caleg sebanyak 30%.
Akan tetapi, keterpilihan perempuan dalam kontestasi politik dikatakan cukup
rendah mengingat minimnya jumlah anggota legislatif perempuan di DPRD Kota
Semarang pada periode 2024-2029, yakni sebanyak 12 anggota saja. Dalam
keterpilihan tersebut, terdapat dua partai yang mengalami perubahan dinamika
cukup besar, yakni PDIP dan PSI. PDIP mengalami penurunan jumlah dari 5
menjadi 3 anggota, sedangkan PSI mengalami kenaikan dari 1 menjadi 3 anggota.
Trifena Weyatin merupakan kandidat perempuan yang memperoleh suara terbanyak
di PDIP, yakni 13.671 suara. Begitu pula dengan Melly Pangestu yang memperoleh
suara terbanyak di PSI, yakni 3.531 suara. Tujuan dalam penelitian adalah untuk
menganalisis penerapan modalitas, serta membuktikan bahwa modal sosial dan
modal ekonomi merupakan modal-modal yang paling signifikansi dalam
keterpilihan di Pemilihan Umum. Penelitian ini menggunakan Teori Modalitas oleh
Bourdieu dalam (Listiani, dkk, 2013). Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta
studi dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa modal ekonomi dan modal
sosial terbukti sebagai modal-modal yang paling signifikan terhadap keterpilihan
Trifena Weyatin dan Melly Pangestu pada Pileg 2024 di Kota Semarang. Pernyataan
tersebut dapat dilihat berdasarkan pernyataan dari kedua kandidat, pernyataan
pendukung kandidat, serta melalui perolehan suara. Sementara itu, modal lainnya,
yakni modal budaya dan modal simbolik tidak begitu signifikan karena cenderung
lebih abstrak dan tidak terlihat secara langsung.
Kata kunci: Modalitas; Keterpilihan; Keterwakilan; Perempuan
213 Pem 2024