Abstract :
Kebijakan represif di Xinjiang oleh Pemerintah Cina terhadap etnis Uighur menjadi
latar belakang penelitian ini. Masalah yang muncul: Terdapat berbagai laporan
internasional yang menyatakan bahwa Pemerintah Cina sudah melakukan
pelanggaran hak asasi manusia dengan menerapkan kebijakan represif ini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan alasan dibalik kebijakan
represif tersebut. Selain itu, kebijkan domestik di Xinjiang dapat menjadi salah satu
bagian dari strategi Cina untuk meraih regional hegemoni di kawasan.
Untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian, maka akan digunakan
teori realisme ofensif sebagai salah satu cabang dari paying teori realisme. Obyek
penelitian adalah Pemerintah Cina dan wilayah Xinjiang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya ambisi hegemoni Cina di
Kawasan Asia Tengah yang menjadi tujuan akhir dari penerapan kebijakan ini.
Dengan kolaborasi dari segi keamanan, ekonomi dan geopolitik di Wilayah
Xinjiang, Cina dapat mengamankan status hegemon nya.
Disarankan bahwa Pemerintah Cina lebih transparan mengenai kebijkan
yang diterapkan agar tidak berujung pada kesalahpahaman.
Kata Kunci: Kebijakan represif, Xinjiang, Cina, Realisme Ofensif, National
Interest, Offensive Security, Power Maximization, Regional Hegemony
125 HI 2024