Abstract :
Maraknya industri makanan mendorong perubahan iklim melalui krisis air,
emisi berlebih, pencemaran, dan penggunaan energi tak terbarukan. Hal ini
menimbulkan kekhawatiran dunia internasional yang kian hari merasakan dampak
perubahan iklim. Nestle sebagai industri makanan terbesar di dunia memiliki
pengaruh yang besar terhadap krisis lingkungan yang ada. Di Indonesia, Nestle
memiliki 4 pabrik yang tentu akan berdampak terhadap lingkungan sekitar.
Permasalahan yang timbul ialah bagaimana Nestle dapat bertanggung jawab atas
isu lingkungan yang dihasilkan?
Penelitian ini kemudian ditujukan untuk menganalisis upaya
pertanggungjawaban Nestle atas dampak kelingkungan yang dihasilkan di
Indonesia dengan menggunakan kaca mata teori hijau.
Melalui studi pustaka, Peneliti mampu mengumpulkan informasi untuk
menjawab permasalahan serta tujuan dari penelitian ini. Objek penelitian ini adalah
Program CSV Nestle yang diyakini menjadi pertanggungjawaban Nestle atas isu
lingkungan yang dihasilkan.
Peneliti menemukan bahwa Nestle berupaya untuk membuat berbagai
program yang dapat menanggulangi dampak lingkungan seperti program WATER,
Cocoa Plan, Nescafe Plan, dan Dairy Development Program. Program WATER,
Nescafe Plan, dan Dairy Development Program berhasil mendorong pembangunan
yang ada di Indonesia, sedangkan Program Cacao Plan masih perlu disempurnakan
karena tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. Melalui kacamata Teori Hijau,
Program Nestle dinilai kurang tepat karena menempatkan lingkungan sebagai objek
bukan subjek.
Disarankan Nestle dapat membuat program yang menempatkan lingkungan
sebagai subjek, bukan hanya atas dasar kepentingan perusahannya saja.
Kata Kunci: Nestle, Program CSV Nestle, Indonesia, Dampak Lingkungan
126 HI 2024