Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Key Performance
Indicator (KPI) oleh Inspektorat Kabupaten Kendal sebagai strategi dalam
mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta
mengurangi potensi korupsi di tingkat kepala desa. KPI digunakan sebagai alat
pengukuran kinerja yang berfokus pada transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas
penyelenggaraan pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, melibatkan wawancara mendalam,
observasi, dan analisis dokumen terkait pelaksanaan KPI oleh Inspektorat Kendal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KPI telah berkontribusi pada
peningkatan pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan pemerintahan desa,
terutama dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan.
Inspektorat mampu mendeteksi penyimpangan lebih dini melalui indikatorindikator yang jelas, sehingga mendorong kepala desa untuk lebih bertanggung
jawab dalam melaksanakan tugasnya. Namun, terdapat kendala dalam
implementasi KPI, seperti kurangnya pemahaman kepala desa dan perangkatnya
terhadap konsep KPI, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten di
Inspektorat, serta resistensi terhadap perubahan yang dianggap membebani secara
administratif. Selain itu, tantangan teknis seperti kurangnya dukungan teknologi
dalam pengumpulan dan analisis data kinerja menjadi hambatan lain yang harus
diatasi. Meski begitu, penerapan KPI secara keseluruhan menunjukkan potensi
besar dalam membentuk budaya tata kelola pemerintahan yang lebih bersih,
transparan, dan responsif. Peningkatan kualitas pengawasan Inspektorat Kendal
melalui KPI juga memberikan efek pencegahan terhadap praktik korupsi yang kerap
terjadi di desa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya
manusia, peningkatan teknologi pendukung, serta pelatihan berkelanjutan bagi
kepala desa dan perangkatnya untuk mengoptimalkan penerapan KPI. Dengan
langkah ini, diharapkan tata kelola pemerintahan desa semakin baik, masyarakat
merasakan dampak positifnya, dan risiko korupsi dapat diminimalkan secara
signifikan.
Kata kunci: Key Performance Indicator, Inspektorat Kendal, good governance,
pengawasan, korupsi kepala desa.