Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Napitupulu, Ezekiel Alexander Putra
Subject
Social Science and Political Science
Datestamp
2024-12-30 05:48:18
Abstract :
Agresi Verbal merupakan tindakan yang melibatkan penggunaan kata-kata kasar yang dilakukan dengan tujuan menyerang, menyakiti, melukai, dan merendahkan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam Valorant, agresi verbal dapat terjadi antar pemain yang dilakukan dengan menggunakan kata-kata kasar dan kotor yang dilontarkan kepada pemain lain dengan tujuan menyerang pemain tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena agresi verbal yang terjadi dalam interaksi antar pemain di game online Valorant, serta pandangan pelaku mengenai agresi verbal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi, dianalisis melalui Interpretative Phenomenology Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa agresi verbal melalui Trash Talk adalah fenomena umum dalam Valorant,
yang sering kali muncul sebagai respons terhadap sifat kompetitif permainan. Motivasi di balik Trash Talk bervariasi, mulai dari menciptakan suasana seru hingga mengejek pemain yang
berkinerja buruk. Agresi verbal dianggap wajar selama tidak menyentuh aspek personal seperti keluarga atau rasisme. Anonimitas dalam Valorant memberikan kebebasan berekspresi dan kenyamanan bagi pemain, tetapi juga memicu perilaku agresif. Identitas palsu digunakan untuk melindungi privasi sekaligus meluapkan emosi negatif. Dalam suasana anonim, pemain merasa lebih berani mengekspresikan frustrasi melalui kata-kata kasar. Bagi banyak pemain, tujuan bermain Valorant bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk mengalihkan perhatian dari masalah dan menyalurkan emosi yang tidak dapat mereka ekspresikan di dunia nyata. Valorant berfungsi sebagai medium untuk meluapkan emosi negatif dan memberikan kepuasan pribadi. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara agresi verbal, anonimitas,
dan pengalaman bermain dalam game online kompetitif.
Kata Kunci: agresi verbal, Trash Talk, anonimitas, fenomenologi, Valorant, game online.