DETAIL DOCUMENT
PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN STUNTING DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
NATASHA, ANINDITA PUTRI
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2024-12-30 06:53:04 
Abstract :
Stunting adalah salah satu urgensi kesehatan yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang mempengaruhi kualitas anak tersebut di masa depan. Penanganan stunting memerlukan kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan melalui proses collaborative governance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses collaborative governance dalam penanganan stunting di Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, serta analisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan proses tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan stakeholders terkait, observasi langsung di lapangan, dan studi pustaka untuk mendalami teori-teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada upaya kolaboratif yang aktif, proses penanganan stunting di Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang masih belum optimal. Proses kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat belum berjalan secara menyeluruh dan efektif. Faktor pendukung utama yang ditemukan adalah kebijakan pemerintah yang mendukung program penurunan stunting serta adanya komitmen politik dari pemimpin daerah. Namun, faktor penghambat yang dominan adalah rendahnya tingkat kepercayaan antar pemangku kepentingan, keterbatasan dana, masalah budaya yang menghambat perubahan pola makan, serta kurangnya koordinasi dan evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi pertemuan rutin untuk memperkuat kepercayaan antar pemangku kepentingan dan meningkatkan koordinasi. Diperlukan juga rencana aksi yang terukur dengan evaluasi berkala, serta pendekatan berbasis budaya dan edukasi gizi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Program seperti Gemarikan dapat dioptimalkan untuk mendorong konsumsi protein melalui edukasi dan akses bahan makanan bergizi. KataiKunci: Bandarharjo, Collaborative Governance, Partisipasi Masyarakat, Pola Asuh, Stunting. 
Institution Info

Universitas Diponegoro