Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yaitu sebesar 54% istri di
Indonesia mengakui kesulitan dalam menjalin hubungan baik dengan mertua yang
menunjukkan bahwa kurangnya keharmonisan dalam hubungan menantu dan
mertua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pola
komunikasi konsensual dan keterbukaan dengan keharmonisan mertua dengan
menantu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode
eksplanatif dan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan
menggunakan teknik insidental. Pengumpulan data dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner kepada 50 responden dengan karakteristik perempuan
yang sudah menikah dan tinggal bersama dengan mertua. Teknik analisis data
menggunakan korelasi Kendall?s Tau-b.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif
antara pola komunikasi konsensual dengan keharmonisan menantu dan mertua
dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,01 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,396.
Hal ini sejalan dengan Family Communication Pattern Theory yang berfokus pada
keharmonisan dan minimnya konflik. Sementara itu, keterbukaan memiliki
hubungan yang positif dengan keharmonisan menantu dan mertua dengan nilai
signifikansi yaitu 0,000 < 0,01 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,543.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang
positif antara pola komunikasi keluarga konsensual dengan keharmonisan
menantu dan mertua. Serta terdapat hubungan yang positif antara keterbukaan
dengan keharmonisan hubungan menantu dan mertua. Untuk meningkatkan
keharmonisan dalam hubungan menantu dan mertua perlu adanya pola
komunikasi konsensual dengan diskusi yang tinggi serta konformitas yang tinggi.
Di samping itu, keterbukaan juga diperlukan untuk mengungkapkan perspektif
masing-masing.
Kata Kunci : Pola Komunikasi Konsensual, Keterbukaan, Keharmonisan,
Menantu.
248 kom 2024