DETAIL DOCUMENT
PEMAHAMAN ANAK TERHADAP ISU CHILD GROOMING
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Siwi, Debby Syan Rahma
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2024-12-30 08:31:17 
Abstract :
Anak berhak atas keamanan dan keselamatan serta hak untuk tumbuh dan berkembang akan tetapi child grooming merampas hak-hak mereka. Fenomena child grooming kini menjadi bentuk kejahatan baru yang terjadi di Indonesia yang menargetkan anak untuk menjadi target pelecehan seksual. Meskipun dianggap sebagai kejahatan baru, sejak tahun 2019 kasus child grooming terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman anak terhadap isu child grooming melalui media sosial. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam kepada Informan dengan interview guide sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan teori Social Judgement Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anak terhadap isu child grooming melalui media sosial cenderung terbatas dan bervariasi. Sebagian anak mengenal istilah child grooming, tetapi definisinya sering kali tidak sesuai atau kurang rinci. Anak yang tidak mengenal istilah tersebut cenderung mengaitkannya dengan kejahatan umum seperti penculikan atau perdagangan anak. Media sosial, khususnya TikTok dan Youtube, menjadi sumber utama informasi anak-anak, tetapi sering kali hanya memberikan potongan informasi yang tidak lengkap atau bias. Pemahaman anak lebih banyak terfokus pada perilaku eksplisit, seperti pelecehan fisik dan permintaan gambar atau video tidak senonoh, sementara aspek manipulasi emosional cenderung tidak disadari. Penelitian juga mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya kesadaran anak terhadap child grooming, termasuk ketertarikan pada interaksi sosial dengan orang dewasa yang menunjukkan sifat positif, pemahaman agama yang kurang mencakup potensi bahaya tersembunyi, dan kurangnya keterbukaan komunikasi dengan orang tua. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi orang tua dan pendidik untuk meningkatkan konten edukasi preventif pada media sosial yang lebih komprehensif dan sesuai usia, guna mencegah terjadinya kasus child grooming. Kata Kunci: Child Grooming, Pemahaman Anak, Media Sosial 251 KOM 2024 
Institution Info

Universitas Diponegoro