Abstract :
Pentingnya peran pemerintah dalam mendukung prinsip-prinsip demokrasi,
khususnya melalui tata kelola kolaboratif (collaborative governance) dalam
pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Grobogan. Pemerintah daerah
bekerja sama dengan sektor swasta dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi
pariwisata. Beberapa objek wisata di Grobogan belum dikelola dengan optimal,
meskipun sudah ada kolaborasi. Pengembangan wisata membutuhkan dukungan
yang memadai, baik dari segi infrastruktur, modal, maupun sinergi antar pemangku
kepentingan. Oleh karena itu, penelitian diperlukan untuk memahami tantangan
yang dihadapi dalam kolaborasi ini dan mencari solusi inovatif demi keberlanjutan
pariwisata.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan deskriptif. Adapun
subjek penelitian terdiri dari masyarakat (wisatawan), perangkat desa/ pegawai
desa, pengelola wisata, dinas pariwisata. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini dalam kolaborasi pengembangan pariwisata di
Kabupaten Grobogan menghadapi tantangan, dengan upaya tata kelola kolaboratif.
Langkah-langkah yang diambil meliputi koordinasi berbagai pihak, forum rutin,
serta sosialisasi untuk menyamakan visi dan peran, dibantu oleh teknologi dan
evaluasi rutin. Faktor pendorong seperti struktur jaringan masyarakat, komitmen
stakeholder, dan transparansi informasi perlu diperkuat. Namun, terdapat hambatan
seperti keterbatasan dana, kurang optimalnya program CSR, dan promosi wisata
yang kurang efektif. Untuk mencapai kolaborasi yang berkelanjutan, diperlukan
upaya berkelanjutan dari semua pihak untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi
dalam pengembangan pariwisata daerah.
Kata Kunci : Kolaborasi, Governance, Pengembangan Wisata
240/Publik/2024