Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Fahrezi Farhan Putra, M. Ivan
Subject
Social Science and Political Science
Datestamp
2025-01-03 09:14:04
Abstract :
Pada tanggal 13 agustus 2020 Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian
Abraham Agreement dengan Israel yang menjadi tanda disepakatinya normalisasi
hubungan secara penuh diantara kedua negara tersebut. Normalisasi tersebut
menjadi peristiwa penting sebagai upaya damai antara kedua negara yang selama
ini berada dalam situasi konflik. Sementara itu di Timur Tengah, Iran semakin
gencar menyebarkan pengaruhnya di kawasan dan melakukan beberapa aktivitas
yang mengancam. Penelitian mencoba menjelaskan fenomena antara Uni Emirat
Arab dengan Israel dan hubungannya dengan Iran.
Penelitian menggunakan rumusan masalah ?Mengapa Uni Emirat Arab
melakukan strategi kebijakan berupa normalisasi hubungan dengan Israel??.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian
kualitatif dan menggunakan teori Balance of Threat dan balancing sebagai konsep
turunan teori Neorealisme. Hasil temuan dalam penelitian ini ialah Uni Emirate
Arab melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Agreement
karena terdapat ancaman yang dilakukan oleh Iran terhadap Uni Emirat Arab
sehingga Uni Emirat Arab melakukan normalisasi hubungan tersebut sebagai
bentuk respon untuk meningkatkan kekuatan atas ancaman yang hadir.
Adapun saran untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkannya
dengan membahas lebih jauh mengenai implementasi dari normalisasi hubungan
melalui Abraham Agreement antara Uni Emirat Arab dengan Israel ini.
Kata kunci; Uni Emirat Arab, Israel, Abraham Agreement, Iran, Balance of Threat,
Balancing
134 HI 2024