Abstract :
Kebijakan luar negeri suatu negara dapat mempengaruhi lanskap hubungan
internasional seperti yang terjadi pada krisis pengungsi yang terjadi di perbatasan
antara Belarusia dan Uni Eropa yang terjadi sejak 2021. Kebijakan Presiden
Lukashenko untuk membantu dan memfasilitasi pengungsi yang mencari suaka ke
Uni Eropa justru menimbulkan krisis dan pemberlakuan sanksi dari Uni Eropa
sebab dianggap sebagai bentuk serangan terhadap keamanan Uni Eropa, terutama
Polandia, Latvia, dan Lithuania. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan
dari Presiden Lukashenko mengambil kebijakan terkait pengungsi tersebut
menggunakan pendekatan idiosinkratik, sebab variabel kepribadian individu juga
berperan dalam pengambilan kebijakan. Rumusan pertanyaan dari penelitian ini
adalah mengapa Presiden Aleksandr Lukashenko mengambil kebijakan yang
membuat krisis pengungsi terjadi di perbatasan antara Belarusia dengan Uni Eropa?
Penelitian ini menggunakan teori idiosinkratik dan menggunakan kerangka kerja
Personality Assessment-at-a Distance milik Margaret Hermann yang berfokus
untuk menganalisis kepribadian dan karakteristik khas Lukashenko. Metode
penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yang mendukung proses pengolahan
data sekunder adalah metode analisis kualitatif model analisis konten (content
analysis). Hasilnya menunjukkan bahwa kepribadian dan nilai-nilai yang dimiliki
seorang Lukashenko yang merupakan tipe pemimpin yang agresif berperan besar
dalam pengambilan kebijakan terkait pengungsi yang menghasilkan krisis tersebut.
Kata kunci: Aleksandr Lukashenko; Idiosinkratik; Uni Eropa; Krisis Pengungsi.
136 HI 2024