DETAIL DOCUMENT
Skor Middle Ear Risk Index (MERI) terhadap Kualitas Hidup Pasien Otitis Media Kronik Supuratif Pasca Timpanomastoidektomi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
nurfakhri, adli
Naftali, Zulfikar
Ruspita, Dian Ayu
Subject
Medicine 
Datestamp
2025-01-03 03:52:16 
Abstract :
Latar Belakang: Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah salah satu infeksi telinga paling banyak di Indonesia. Manajamen operatif OMSK bertujuan untuk mengeradikasi penyakit dan merekonstruksi telinga tengah. Skor Middle Ear Risk Indeks (MERI) dikembangkan untuk memperhitungkan tingkat keparahan penyakit telinga tengah. Kualitas pasien merupakan luaran paling penting dalam manajemen kondisi ini, dan kuesioner Chronic Otitis Media Outcome 15 (COMOT-15) disusun untuk menilai hal tersebut. Tujuan: Menganalisa korelasi antara skor MERI dan kualitas hidup berdasarkan skor COMOT-15 pada pasien OMSK pasca timpanomastoidektomi. Metode: Studi observasional analitik dengan desain belah lintang melibatkan 40 pasien OMSK yang menjalani timpanomastoidektomi. Skor MERI, derajat gangguan pendengaran, riwayat rinitis alergi, durasi sakit, dan lokasi geografik dianalisa, dengan luaran utama adalah skor COMOT-15. Nilai p < 0,05 dianggap signifikan. Hasil: Seluruh pasien menunjukkan perbaikan signifikan dari skor COMOT-15 pasca operasi (p<0,001). Skor MERI dikorelasikan dengan skor COMOT-15 pre- (p=0,013; r=0,389) dan pasca operasi (p=0,032; r=0,40). Perubahan skor COMOT-15 dikaitkan dengan derajat keparahan berdasarkan skor MERI (p<0,001) dan derajat gangguan pendengaran (p=0,003). Riwayat rinitis alergi, lokasi geografik, dan durasi sakit tidak berhubungan dengan skor COMOT-15. Kesimpulan: Derajat keparahan penyakit telinga tengah berdasarkan skor MERI berkorelasi secara signifikan dengan kualitas hidup berdasarkan skor COMOT-15 pada pasien dengan OMSK yang menjalani timpanomastoidektomi. Kata kunci: Otitis media kronik supuratif, timpanomastoidektomi, Skor MERI, skor COMOT-15 
Institution Info

Universitas Diponegoro