Institusion
Universitas Diponegoro
Author
PUTRI, CINTANIA AYU PRASETYANING
Subject
Social Science and Political Science
Datestamp
2025-01-08 03:55:24
Abstract :
Kasus korupsi di SKK Migas yang melibatkan aliran dana hasil suap ke Singapura
mencerminkan kompleksitas pengembalian aset lintas negara yang menjadi tantangan besar
bagi Indonesia. Dalam konteks ini, kerjasama internasional antara Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) Indonesia dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura
sangat penting untuk melacak dan memulihkan aset yang telah disembunyikan di luar
negeri. Penelitian ini berfokus pada analisis mekanisme kerjasama kedua lembaga tersebut
dalam kerangka ASEAN, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam proses
pemulihan aset. Penelitian ini menggunakan teori Liberalisme Institusional untuk
menjelaskan peran institusi seperti ASEAN-PAC dan MLAT ASEAN dalam memfasilitasi
kerjasama lintas negara, sementara teori Interdependensi Kompleks digunakan untuk
menganalisis hubungan saling ketergantungan antara Indonesia dan Singapura dalam
kerjasama ini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa
kerangka hukum seperti ASEAN-PAC dan MLAT ASEAN telah memberikan dukungan
penting dalam pertukaran informasi dan bantuan hukum. Namun, efektivitas kerjasama ini
masih terhambat oleh perbedaan sistem hukum, kompleksitas pencucian uang, dan
ketiadaan perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) antara kedua negara. Penelitian ini
memberikan wawasan tentang pentingnya penguatan kerangka hukum dan institusional
untuk mengoptimalkan upaya pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi.
Kata Kunci: pengembalian aset, KPK, CPIB, ASEAN, Kerjasama internasional