Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Akbar, Noor
Bakhtiar, Yuriz
Risdianto, Ajid
Subject
Medicine
Datestamp
2025-01-02 08:21:40
Abstract :
Pendahuluan: Radikulopati merujuk pada inflamasi, cedera, atau kompresi pada akar saraf tulang belakang yang dapat menimbulkan rasa sakit, kelemahan, atau mati rasa dalam distribusi miotomal atau dermatomal. Baik studi elektrodiagnostik maupun MRI adalah analisis sensitif yang memberikan informasi berbeda. Adanya hasil positif palsu pada MRI menjadikan pentingnya elektrodiagnostik untuk mengkonfirmasi hasil pada lumbar radikulopati. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beda perlambatan NCV pada EMG Lumbal terhadap foraminal dan canal stenosis pada MRI.
Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif pada 49 pasien lumbar radiculopati yang dirawat di RSUP dr Kariadi periode tahun 2023. Data diambil dari rekam medis RSUP DR Kariadi yaitu pasien yang terdiagnosa lumbar radikulopati berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, MRI dan EMG.
Hasil: Tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara hasil EMG, MRI foraminal, serta MRI canalis pada nervus peroneal dan nervus tibialis dengan p>0.05. Berdasarkan hasil uji kappa, pada keseluruhan kurang dari 0,20; hasil ini menunjukan menunjukkan tidak ada hingga sedikit kesepakatan antara hasil EMG dan MRI pada nervus peroneal dan tibialis. Secara keseluruhan, kondisi paling banyak adalah pasien positif berdasarkan MRI dan negatif berdasarkan EMG.
Kesimpulan: MRI dan EMG adalah dua tes diagnostik yang menilai aspek patologi yang berbeda. MRI mencari kerusakan struktural sementara EMG mendeteksi perubahan dalam fungsi sistem saraf. EMG dapat digunakan untuk membantu diagnosis ketika temuan klinis tidak sesuai dengan temuan MRI atau ketika sulit mendapatkan MRI.
Kata Kunci: Lumbar radikulopati; EMG; MRI