DETAIL DOCUMENT
REDESAIN MASJID AL-FALAH SURABAYA MELALUI PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Pradini, Tiara Indah
Subject
Architecture Engineering 
Datestamp
2025-01-03 02:05:46 
Abstract :
Masjid merupakan tempat untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan ketaatan terhadap Allah SWT. Untuk menjalankan ibadah dengan baik dan khusyuk diperlukan lingkungan ibadah yang mendukung yaitu salah satunya dengan adanya kondisi pencahayaan yang optimal. Selain itu, masjid merupakan bangunan dengan massa yang besar dan bentang lebar. Hal yang menjadi permasalahan pada bangunan bentang lebar yaitu sistem pencahayaan alami dalam ruangan. Pencahayaan alami menjadi komponen penting dalam merancang sebuah bangunan karena dapat mendukung fungsi bangunan agar kenyamanan visual dapat terpenuhi dengan baik. Objek penelitian ini berfokus pada pengoptimalan pencahayaan alami pada ruang shalat masjid melalui pendekatan arsitektur kontekstual. Menurut SNI 03-2396- 2001 (2001) pencahayaan alami siang hari dikatakan baik apabila distribusi cahaya di dalam ruangan cukup merata atau tidak menimbulkan kontras. Untuk pendekatan arsitektur kontekstual, kontekstual mempunyai makna yaitu arsitektur yang menunjukkan hubungan harmonis antara bangunan secara individu dengan lingkungan sekitarnya baik secara alami ataupun yang telah terbangun. Studi penelitian ini menggunakan beberapa metode yang digabungkan yaitu metode observasi, pengukuran lapangan, dan simulasi dengan software Dialux Evo. Pengukuran dilakukan pada 10 titik yang berbeda dengan berbagai pertimbangan dan interval waktu yang berbeda yaitu pada pukul 09:30 ? 11:10, pukul 12:00 ? 13:40, dan 15:00 ? 16:40 dengan hasil akhir berupa komparasi hasil pengukuran lapangan, hasil simulasi eksisting, dan hasil simulasi desain renovasi dengan standar SNI. Pada data hasil pengukuran lapangan, hasil simulasi lapangan, serta hasil simulasi desain renovasi diperoleh nilai rata-rata intensitas cahaya yang tidak sesuai dengan nilai minimum standar yaitu sebesar 200 lux. Namun, terdapat satu titik yang sesuai dengan nilai standar intensitas cahaya alami pada masjid. Oleh karena itu, diperlukan rekomendasi dengan menambah bukaan pada dinding bagian barat, menambah pencahayaan atas (top light), serta mengubah bentuk sun shading. Kata kunci : masjid, pencahayaan alami, arsitektur kontekstual 
Institution Info

Universitas Diponegoro