Abstract :
Persaingan dalam industri ritel alas kaki semakin meningkat, mendorong
Bata untuk terus berinovasi. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan
konsep toko Red 2.0, yang menawarkan suasana modern dan pengalaman belanja
yang lebih menarik. Selain itu, Bata juga berupaya meningkatkan citra mereknya
melalui kampanye pemasaran yang relevan dengan tren konsumen serta
menonjolkan nilai kualitas dan desain produk. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh persepsi store atmosphere dan brand image terhadap minat
beli produk sepatu Bata.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik
purposive sampling, melibatkan 100 responden yang mengetahui merek Bata dan
telah mengunjungi toko Red 2.0 di Paragon City Mall, Citraland, dan Java Mall
Semarang. Teori Classical Conditioning oleh Ivan Pavlov digunakan untuk
menjelaskan pengaruh antara variabel X1 dan X2 terhadap Y yang diteliti. Analisis
data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa store atmosphere dan brand image
secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai
signifikansi sebesar 0.000. Store atmosphere memberikan pengaruh sebesar 4,4%
terhadap minat beli, sedangkan brand image memiliki pengaruh lebih besar, yaitu
23,3%. Temuan ini menegaskan pentingnya suasana toko yang menarik dan citra
merek yang kuat untuk meningkatkan minat beli konsumen.
Kata kunci: Persepsi Store Atmosphere, Brand Image, Minat Beli, Sepatu Bata.