DETAIL DOCUMENT
FILM CINTA DAN MEMAHAMI SEBAGAI ALAT KAMPANYE STUNTING PEMERINTAH KOTA SEMARANG (STUDI SEMIOTIKA)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Ghifara, Pandu Ahmad
Subject
Humanities 
Datestamp
2025-01-03 07:28:38 
Abstract :
Film ?Cinta dan Memahami? dapat tergolong dalam sebuah bentuk kampanye dengan menjadikan sebagai alat kampanye. maka dari itu peneliti bertujuan untuk melakukan penelitian dengan memanfaatkan setiap detail dari scene yang tercipta di dalamnya memiliki makna untuk mengedukasi masyarakat daerah Semarang mengenai stunting. Film ini ditujukan untuk pasangan muda yang akan melaksanakan pernikahan untuk tidak lepas terhadap poin pemahaman kepada stunting. Yang tentunya memiliki pengaruh yang cukup krusial bagi calon keturunan pasangan muda yang akan melaksanakan pernikahan. Seperti yang digambarkan secara rinci di dalam film ?Cinta dan Memahami?. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tipe penelitian studi kepustakaan. Menurut Basri (2014) menyimpulkan bahwa fokus dari penelitian kualitatif adalah pada proses dan pemaknaan hasilnya. Perhatian penelitian kualitatif lebih tertuju pada elemen manusia, objek, dan institusi, serta hubungan atau interaksi di antara elemen-elemen tersebut dalam upaya memahami suatu peristiwa, perilaku, atau fenomena. Dalam artian, film dapat disebut sebagai alat kampanye dengan syarat memenuhi poin fungsi sebagai representasi realitas, berisi konvensi budaya tertentu, dan memiliki pesan berdasarkan kode budaya yang digunakan dalam sebuah film. Menurut peneliti, pemaknaan film ?Cinta dan memahami? menurut Teori Semiotika Roland Barthes sudah memenuhi poin-poin yang menjadi syarat sebuah film disebut sebagai alat kampanye, dengan latar dan penokohan yang kuat dalam pembentukan alur cerita. Dari uraian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa film ?Cinta Dan memahami? dipergunakan sebagai alat kampanye dengan beberapa poin yang sudah terpenuhi sehingga sebuah film dapat disebut sebagai alat kampanye. dengan artian film ini telah mengelami penyesuaian dengan budaya Jawa yang ditunjukkan melalui beberapa potong dialog dengan tujuan lebih mendekatkan film dengan target audience khususnya warga Semarang. Kata Kunci: Semiotika, Film, Pemerintah Kota Semarang. 
Institution Info

Universitas Diponegoro