Abstract :
Studi literatur menunjukkan bahwa kebijakan fiskal cenderung bersifat
prosiklikal di negara berkembang, tetapi kebijakan fiskal cenderung lebih
kontrasiklikal di negara-negara maju. Ini menimbulkan pertanyaan: Apa yang
membuatnya berbeda? Argumen populer yang menjelaskan ini adalah argumen
hambatan finansial. Namun, kemudian muncul temuan bahwa argumen kualitas
institusi atau politik merupakan faktor kunci yang dapat menjelaskan fenomena ini.
Berdasarkan studi literatur, terdapat penelitian yang menemukan bahwa kualitas
institusi merupakan faktor penting dalam menjelaskan siklikalitas kebijakan fiskal,
tetapi ada juga hasil penelitian yang tidak sepakat. Adanya perbedaan hasil
penelitian dalam hal menjelaskan faktor prosiklikalitas kebijakan fiskal,
mengindikasikan adanya ketidaksepakatan dalam literatur mengenai peran kualitas
institusi dalam mempengaruhi siklikalitas kebijakan fiskal.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran
institusi dalam menjelaskan siklikalitas kebijakan fiskal di negara berkembang
(EMEs) dan maju (AEs). Penelitian ini menggunakan metode regresi panel untuk
menganalisis pola pengaruh kualitas institusi terhadap siklikalitas kebijakan fiskal.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 68 negara Advanced & Emerging
Economies (2002-2020).
Hasil penelitian utama menunjukkan hasil bahwa kualitas institusi terhadap
siklikalitas kebijakan fiskal. Kemudian, apabila dibandingkan hasil antara negara
AEs dan EMEs, hasil menunjukkan hasil yang berbeda. Kualitas institusi
memberikan dampak signifikan pada siklikalitas kebijakan fiskal, terutama pada
kelompok AEs. Namun, pada kelompok EMEs, pengaruh kualitas institusi tidak
signifikan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang
kompleksitas faktor yang memengaruhi siklikalitas kebijakan fiskal.