Abstract :
Kesadaran masyarakat akan pentingnya memperhatikan kelestarian
lingkungan menyebabkan terjadinya perubahan terhadap pola hidup masyarakat
dalam memilih ataupun membeli produk-produk kebutuhan, khususnya pada
produk perawatan kulit (skincare). Selain memperhatikan bahan kandungan pada
produk yang dibeli juga penggunaan plastik berlebihan dari produk yang
digunakan, masyarakat juga semakin memperhatikan produk-produk perawatan
kulit (skincare) yang turut mengembangkan prinsip go green juga sustainability.
Salah satu brand skincare Indonesia yang menjalankan program green marketing
dalam strategi penjualannya adalah Avoskin. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh excessive product packaging, greenwashing, dan green
confusion terhadap green brand equity serta implikasinya pada green repurchase
intention skincare Avoskin.
Penelitian ini dilakukan pada konsumen perempuan dan sudah membeli
produk Avoskin yang berdomisili di Kota Semarang. Sebanyak 110 responden
digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan
melalui kuesioner dengan metode non-probability sampling dan teknik purposive
sampling dengan menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa excessive product packaging
berpengaruh positif dan signifikan terhadap greenwashing dan green confusion,
greenwashing dan green confusion tidak berpengaruh signifikan terhadap green
brand equity dan green brand equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap
green repurchase intention.