Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transmisi kebijakan
moneter mampu menciptakan kestabilan perekonomian dalam jangka pendek dan
jangka panjang di Indonesia. Variabel-variabel dalam transmisi kebijakan moneter
dibagi berdasarkan sasaran operasional, sasaran antara, dan sasaran akhir.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan rentan waktu penelitian
1995 ? 2021. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan VECM (Vector Error
Correction Model) untuk mengetahui respon stabilitas perekonomian terhadap
shock yang tercipta dari variabel ekonomi dalam transmisi kebijakan moneter.
Hasil analisis FEVD (Forecast Error Variance Decomposition)
menampilkan stabilitas harga dan stabilitas output bersifat strongly endogenous.
Pada IRF (Impulse Response Function), shock dari inflasi itu sendiri, bunga
kebijakan, dan bunga kredit akan memberikan efek positif terhadap stabilitas
harga, kemudian shock dari PDB (Produk Domestik Bruto), konsumsi, investasi,
dan bunga deposito akan memberikan efek asimetris terhadap inflasi dalam jangka
pendek dan jangka panjang. Sementara shock dari inflasi, suku bunga kebijakan,
dan suku bunga kredit akan memberikan efek negatif terhadap stabilitas output
kemudian shock dari variabel itu sendiri, konsumsi, investasi, dan bunga deposito
akan memberikan efek positif terhadap PDB baik dalam jangka pendek dan
jangka panjang.