Abstract :
Starbucks salah satu kedai kopi terkemuka di Indonesia, namun penjualan
Starbucks berdasarkan Top Brand Awards mengalami penurunan selama tiga
tahun terakhir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji dan
menganalisis pengaruh perceived quality, country of origin, dan E-WOM terhadap
purchase decision dengan brand image sebagai variabel intervening.
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner hingga
diperoleh sebanyak 100 responden sebagai sampel yang representatif. Penelitian
ini dalam mengumpulkan sampel menggunakan teknik Non-Probability Sampling
yaitu Purposive Sampling. Analisis data dilakukan dengan teknik Structural
Equation Modelling (SEM) untuk menguji kausalitas di antara variabel-variabel
yang diusulkan dalam model penelitian dengan menggunakan software IBM SPSS
AMOS 24 sebagai alat analisis.
Dari hasil analisis diketahui bahwa perceived quality tidak berpengaruh
terhadap brand image. Di sisi lain country of origin dan e-wom berpengaruh
positif dan signifikan tehadap brand image. Dalam penelitian ini juga ditemukan
bahwa brand image memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap
purchase decison.