DETAIL DOCUMENT
REKONSTRUKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL (Studi Pemaknaan Ruang dalam Perspektif Masyarakat Hukum Adat Dayak Jalai di Kalimantan Barat)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Rahmawati, Etika
Subject
Law 
Datestamp
2025-01-20 00:50:54 
Abstract :
Disertasi ini mengkaji sejauh mana kemauan pemerintah daerah dalam mengakomodir kearifan lokal MHA ke dalam substansi kebijakan di bidang penataan ruang kawasan hutan, khususnya di provinsi Kalimantan Barat. Realitas empirik menunjukkan bahwa kebijakan atau regulasi daerah yang dihadirkan mengacu pada program pembangunan nasional yang berorientasi pada aspek ekonomi, yang lebih mengedepankan eksploitasi daripada melakukan konservasi. Sehingga muncul ketidakadilan penguasaan ruang dan marjinalisasi terhadap MHA beserta kearifan lokalnya. Berbeda dengan cara pandang MHA (Dayak Jalai di Kabupaten Ketapang) yang menata ruang kawasan hutannya tidak sebatas untuk memenuhi kebutuhan dalam hal ekonomi saja, namun turut mempertimbangkan nilai sosial, nilai religiomagis dan lebih mengedepankan perilaku MHA dalam menjaga, memelihara dan mengkonservasi ruang kawasan hutannya. Disertasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan makna ruang antara MHA dan pemerintah, melakukan kajian kritis terhadap pemerintah daerah dalam pembentukan kebijakan terkait penataan ruang kawasan hutan, dan merekonstruksi kebijakan pemerintah daerah dalam bidang penataan ruang kawasan hutan yang mengutamakan prinsip-prinsip kearifan lokal MHA Dayak di Kalimantan Barat untuk masa yang akan datang. Menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan socio-legal dalam penyelesaian hasil penelitian disertasi. Data dan informasi yang dikumpulkan melalui indepth interview dan dilakukan diskusi terfokus dengan key informan. Untuk selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan menggunakan model interaktif dari Mattew B. Miles dan A. Michael Haberman yang terdiri dari kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) MHA Dayak Jalai memaknai ruang tidak sebatas tanah dan air tetapi dunia dan seisinya, menjalankan kehidupan dengan berpedoman pada prinsip, melakukan kegiatan ekonomi yang subsisten, memiliki cara pandang religiomagis terhadap ruang yang menyiratkan pronominalisme, ruang lebih dari sekedar perhitungan sumber daya melainkan tempat menyimpan berbagai interaksi atau ruang sebagai spatial experience yang sama sekali berbeda dengan substansi di dalam regulasi penataan ruang yang dibuat pemerintah pusat dan daerah; (2) Substansi kebijakan dibidang penataan ruang kawasan hutan di Pemerintah daerah (provinsi Kalimantan Barat) selalu dipengaruhi dan berkaitan erat (hand-in-glove) dengan kepentingan ekonomi; (3) Penataan ruang kawasan hutan di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan melihat pada beberapa pendekatan antara lain, pendekatan filosofis, pendekatan yuridis dan pendekatan sosiologis. Penelitian ini diharapkan akan menjadi sebuah pembaruan dibidang penataan ruang kawasan hutan di Provinsi Kalimantan Barat yang mengakomodir nilai-nilai kearifan lokal yang ada di MHA Dayak Jalai dengan melibatkan peran serta MHA Dayak Jalai secara optimal sehingga mereka dapat memahami maksud dan tujuan dari arah pembangunan di wilayahnya 
Institution Info

Universitas Diponegoro