Institusion
Universitas Diponegoro
Author
WINATTA, TRIO ABI
Nugroho, Trilaksana
Wildan, Arief
Subject
Medicine
Datestamp
2025-01-21 08:32:24
Abstract :
Pendahuluan: Kelainan refraksi adalah masalah pengelihatan yang umum pada mahasiswa, yang dapat memengaruhi kualitas hidup terkait fungsi visual. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara tajam pengelihatan dan kualitas hidup pada mahasiswa kedokteran Universitas Diponegoro.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 54 responden yang mengalami kelainan refraksi. Responden dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tajam pengelihatan: Tajam pengelihatan baik (6/6-6/18) dan Tajam pengelihatan buruk(<6/18-6/60). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Visual Function Questionnaire (VFQ-25), yang menilai kesehatan umum, pengelihatan umum, ketidaknyamanan, aktivitas dekat, aktivitas jarak jauh, fungsi
sosial, kesehatan mental, kesulitan peran, ketergantungan, mengemudi, pengelihatan perifer, dan pengelihatan warna. Analisis statistik dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antara kedua kelompok.
Hasil: Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara tajam pengelihatan dan kualitas hidup terkait fungsi visual pada sebagian besar domain (p<0,05). Korelasi tertinggi ditemukan pada pengelihatan perifer (koefisien korelasi = 0,427, p=0,001), fungsi sosial (0,414, p=0,002), dan kesehatan mental (0,384, p=0,004). Mahasiswa dengan Tajam pengelihatan buruk melaporkan lebih banyak ketidaknyamanan, kesulitan aktivitas dekat, dan ketergantungan dalam melakukan tugas sehari-hari.
Kesimpulan: Tajam pengelihatan yang buruk berhubungan erat dengan penurunan kualitas hidup terkait fungsi visual, khususnya pada aspek pengelihatan perifer, fungsi sosial, dan kesehatan mental.
Kata Kunci: Tajam pengelihatan, Kualitas hidup terkait fungsi visual, VFQ-25