Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Pratiwi, Nurhalisa
Anam, Khairul
Prabhata, Wimzy Rizqy
Subject
Medicine
Datestamp
2025-01-31 02:18:33
Abstract :
Latar Belakang: Kompleksitas komponen senyawa aktif pada tumbuhan obat menjadi tantangan dalam pemastian mutu dan efektivitasnya sebagai bahan baku obat. Analisis pola sidik jari digunakan untuk pengendalian kualitas bahan baku obat tradisional. Perbedaan metode pengeringan menghasilkan komponen senyawa kimia yang lebih bervariasi terhadap sampel.
Tujuan: Mengetahui ada atau tidaknya perbedaan sidik jari FT-IR ekstrak tanaman seledri yang dikeringkan dengan ketiga metode, serta mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap komposisi senyawa volatil yang diuji menggunakan metode GC-MS.
Metode: Sampel daun seledri diekstraksi dan dianalisis spektrum IR. Sampel daun seledri didistilasi uap untuk penentuan komponen senyawa volatil menggunakan GC-MS. Analisis data pola sidik jari spektrum IR dilakukan dengan metode PCA.
Hasil: Sampel ekstrak daun seledri dari ketiga metode pengeringan menghasilkan spektrum IR yang dianalisis dengan PCA dengan nilai score plot (PC-1 88,1% dan PC-2 11,9%) dan diklasifikasikan menjadi dua kelompok. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa sampel minyak atsiri memiliki pola kromatogram dan fragmentasi yang berbeda untuk tiap sampel. Namun jenis senyawa yang terkandung belum dapat dikonfirmasi.
Kesimpulan: Tanaman seledri memiliki perbedaan pola sidik jari berdasarkan perbedaan metode pengeringan. Metode pengeringan mempengaruhi komponen senyawa volatil dari tiap sampel yang diuji menggunakan GC-MS.
Kata kunci: analisis sidik jari; FTIR; minyak atsiri, PCA; seledri; senyawa volatil.