DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KUALITAS LINGKUNGAN KERJA FISIK, ERGONOMI KANTOR, DAN KARAKTERSITIK INDIVIDU TERHADAP KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
SEPTIYANI, DEA
Subject
Public Health 
Datestamp
2025-01-24 07:42:50 
Abstract :
Sick Building Syndrome (SBS) merupakan gangguan kesehatan akibat kualitas udara dalam ruangan yang tidak sehat dan tidak dapat diidentifikasi secara medis. Namun, terdapat beberapa faktor pendukung munculnya gejala SBS, seperti iklim kerja buruk, pencahayaan kurang memadai, desain kerja kurang optimal, hingga karakteristik individu tersebut. Ciri-ciri seseorang terkena SBS yakni menyerang sebagian besar penghuni gedung, termasuk penyakit akut, serta penghuni gedung tidak merasakan gejala tersebut saat meninggalkan gedung. Perusahaan X merupakan perusahaan yang memiliki 7 lantai dengan sistem AC sentral. Studi awal menemukan terdapat perbedaan iklim kerja, pencahayan, dan desain ergonomi kantor dari tiap ruang kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan kerja fisik (pencahayaan dan iklim kerja), ergonomi kantor, dan karakteristik individu (usia, jenis kelamin, masa kerja, dan perilaku merokok) terhadap kejadian SBS. Penelitian ini dilakukan kepada pekerja gedung Perusahaan X Kota Semarang sebanyak 54 orang. Metode yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dihimpun melalui pengukuran pencahayaan menggunakan lux meter pada tiap meja pekerja dan iklim kerja menggunakan QUESTemp°34 pada tiap ruang kerja. Serta, kuesioner digunakan untuk mengetahui kejadian SBS yang dirasakan pekerja dan data karakteristik individu. Data diolah menggunakan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa responden yang mengalami gejala SBS sebanyak 40 orang (74,1%), gejala yang paling banyak dialami yakni rasa lelah/letih/lesu dan mengantuk sebanyak 26 orang (48,1%). Faktor yang yang berhubungan yakni iklim kerja (p=0,002), usia (p=0,044), jenis kelamin (p=0,001), serta perilaku merokok (p=0,024). Sedangkan, faktor yang tidak berhubungan yakni pencahayaan (p=0,064), ergonomi kantor (p=0,259), dan masa kerja (p=0,122). Kata kunci : Sick Building Syndrome, lingkungan kerja fisik, ergonomi kantor 

File :
REPO DEA.pdf
Institution Info

Universitas Diponegoro