DETAIL DOCUMENT
POLA KONSUMSI AIR MINUM DAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS CILODONG KOTA DEPOK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
SYARIATIKA, HANIAH
Subject
Public Health 
Datestamp
2025-01-24 08:18:11 
Abstract :
Demam tifoid adalah penyakit serius yang disebabkan oleh Salmonella typhi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Di Indonesia, penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan utama, termasuk di Kota Depok, di mana tingkat kejadian meningkat signifikan dari 57,95 kasus per 100.000 penduduk pada 2021 menjadi 173 kasus per 100.000 penduduk pada 2023. Penurunan cakupan program STBM pada poin Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga menunjukkan pola konsumsi air minum masyarakat masih kurang baik, ditandai dengan praktik pengelolaan air minum yang belum optimal. Hal ini menunjukkan potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat, termasuk risiko demam tifoid. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola konsumsi air minum dan higiene sanitasi dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Cilodong, Kota Depok. Penelitian menggunakan desain case-control dengan populasi kasus adalah pasien demam tifoid yang tercatat pada rekam medis Puskesmas Cilodong tahun 2024, sementara populasi kontrol adalah pasien tanpa riwayat demam tifoid dengan total 36 sampel, terdiri dari 18 kasus dan 18 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi air minum (p=0,018; OR=5,500), kualitas mikrobiologis air (p=0,001; OR=13,000), kualitas fasilitas sanitasi (p=0,001; OR=16,000), dan perilaku higiene sanitasi (p=0,019; OR=5,200) memiliki hubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan kualitas fasilitas sanitasi sebagai faktor dominan (p=0,020; OR=21,279). Kesimpulannya, peningkatan kualitas fasilitas sanitasi, akses air minum, dan edukasi higiene sanitasi diperlukan untuk mengurangi risiko demam tifoid. Kata Kunci : demam tifoid, pola konsumsi air minum, higiene sanitasi 
Institution Info

Universitas Diponegoro