Abstract :
"Permasalahan rute terpendek didefinisikan sebagai permasalahan dalam
menentukan lintasan antara dua simpul pada graf berbobot yang memiliki gabungan
nilai dari jumlah bobot pada sisi graf yang dilewati dengan jumlah yang paling
minimum. Pada penelitian ini, penulis mencari rute perjalanan terpendek dari 10
tempat wisata di Bali yang dikategorikan sebagai Travelling Salesman Problem
dimana lokasi awal juga merupakan lokasi akhir dan setiap lokasi hanya dapat
dikunjungi satu kali. Dalam pencarian rute terpendek digunakan dua algoritma yang
berbeda yaitu, algoritma Ant Colony System (ACS) yang memiliki tiga tahapan
penting untuk mencari rute terpendek yang meliputi aturan pemilihan titik yang
akan dituju, pembaharuan pheromone lokal dan pembaharuan pheromone global
serta algoritma Artificial Bee Colony (ABC) yang membagi kawanan lebah madu
menjadi tiga kelompok yaitu lebah pekerja, lebah pengamat dan lebah pengintai
dalam mencari solusi terbaik. Dari perhitungan dua algoritma yang berbeda tersebut
diperoleh panjang lintasan terpendek yang sama yaitu 361,2 km namun dengan rute
perjalanan yang berbeda. Pada algoritma ACS diperoleh rute terpendek yaitu A-B-
C-D-E-I-J-H-F-G-A sedangkan untuk algoritma ABC rute terpendek yang
diperoleh yaitu A-B-C-G-F-H-J-I-E-D-A. Dari proses perhitungan, disimpulkan
bahwa perhitungan rute terpendek menggunakan algoritma ACS lebih sederhana
dibandingkan algoritma ABC karena dalam menentukan rute perjalanan algoritma
ABC membutuhkan dua tahapan yang harus dilalui yaitu tahap pencarian solusi
awal dan pencarian lokal disekitar solusi awal sedangkan pada algoritma ACS rute
perjalanan dipilih berdasarkan nilai probabilitas dan temporary tertinggi.
Kata Kunci: Rute Terpendek, Travelling Salesman Problem, Algoritma Ant
Colony System, Algoritma Artificial Bee Colony."