Abstract :
Pesatnya kemajuan teknologi, sistem dan instrumen pembayaran di Indonesia
terus berkembang. Progres teknologi dan evolusi gaya hidup masyarakat
mendorong terciptanya inovasi yang lebih besar dalam penyelenggaraan transaksi
tanpa uang tunai. Peran uang tunai sebagai alat untuk membayar mulai tergantikan
oleh pembayaran non tunai yang lebih praktis dan hemat biaya hasil kemajuan
teknologi dalam instrumen pembayaran. Perubahan ini dapat berpotensi
meningkatkan perputaran uang dan berdampak pada tingkat inflasi.
Penelitian ini memiliki tujuan guna menganalisis pengaruh pembayaran non
tunai terhadap inflasi di Indonesia dari Januari 2013 hingga Desember 2022 dalam
jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini menggunakan data bulanan.
Pembayaran non tunai dalam penelitian terbatas pada volume transaksi kartu
debit/ATM, volume transaksi kartu kredit, volume transaksi e-money. Penelitian ini
menggunakan data sekunder yang didapatkan dari website Badan Pusat Statistik
dan Bank Indonesia. Model analisis yang digunaka adalah Error Correction Model
(ECM) menggunakan program EViews 12.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Volume Transaksi Kartu ATM / Debit
mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap iInflasi dalam jangka panjang
sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh positif namun tidak signifikan
terhadap Inflasi. Volume Transaksi Kartu Kredit dalam jangka panjang memiliki
pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap Inflasi sedangkan dalam jangka
pendek berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Inflasi. Volume Transaksi
E-money dalam jangka panjang memiliki pengaruh positif signifikan terhadap
Inflasi sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh positif namun tidak signifikan
terhadap Inflasi