Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Ramadhan, Ridhuan
Nugroho, Taufik Eko
Jatmiko, Heru Dwi
Subject
Medicine
Datestamp
2025-02-11 02:00:42
Abstract :
Latar Belakang: Ekstubasi adalah proses pelepasan endotrakeal tube (ETT) pada pasien yang menggunakan ventilasi mekanik, terutama setelah menjalani operasi jantung. Kegagalan ekstubasi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius dan kematian. NT-proBNP merupakan biomarker yang dihasilkan oleh miosit ventrikel jantung sebagai respons terhadap peregangan atau tekanan ventrikel. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar NT-proBNP dengan keberhasilan ekstubasi pada pasien pasca bedah jantung.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain case series yang dilakukan pada 10 pasien pasca bedah jantung yang menggunakan ventilasi mekanik di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kadar NT-proBNP diukur dalam waktu 2 jam setelah pasien menjalani tes napas spontan dan tes cuff leak. Keberhasilan ekstubasi dinilai berdasarkan tidak adanya kebutuhan ventilasi tambahan dalam waktu 48 jam setelah ekstubasi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kadar NT-proBNP yang lebih tinggi cenderung mengalami kegagalan ekstubasi. Meskipun perbedaan kadar NT-proBNP antara pasien yang berhasil dan gagal ekstubasi tidak signifikan secara statistik, temuan ini mendukung peran NT-proBNP sebagai biomarker potensial dalam memprediksi keberhasilan ekstubasi.
Kesimpulan: Peningkatan kadar NT-proBNP dapat berhubungan dengan kegagalan ekstubasi pada pasien pasca bedah jantung. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menentukan cutoff kadar NT-proBNP yang optimal sebagai prediktor ekstubasi.
Kata Kunci: NT-proBNP, ekstubasi, ventilasi mekanik, bedah jantung, kegagalan ekstubasi