Abstract :
Kota Bekasi telah mencapai target UHC 99,67% dengan 1.676.645 peserta, namun 184.257 peserta menunggak iuran dan 63% adalah peserta mandiri yang menyebabkan status kepesertaan dinonaktifkan. Penunggakan ini berpotensi menyebabkan defisit BPJS Kesehatan, sehingga penelitian dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran di Kota Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Oktober - Desember 2024 di Kota Bekasi. Sampel penlitian sebanyak 113 orang dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan variabel dari teori kepatuhan (compliance theory) yaitu pengetahuan, perspektif adanya sanksi, kepercayaan peserta, dukungan lingkungan, tingkat pendapatan, dan underestimation of future needs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan lingkungan (p=0,000) dan underestimation of future needs (p=0,002). Namun, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,912), perspektif adanya sanksi (p=0,411), kepercayaan peserta (p=0,068), dan tingkat pendapatan (p=0,401) dengan Tingkat Kepatuhan Peserta Mandiri BPJS Kesehatan dalam Membayar Iuran di Kota Bekasi.
Kata kunci : Kepatuhan, Peserta Mandiri, Menunggak Iuran, BPJS Kesehatan