Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap anak
di Kota Depok sehingga pemenuhan dan perlindungan terhadap hak anak, utamanya
pada klaster perlindungan khusus belum terpenuhi secara optimal meskipun
kebijakan KLA sejak lama telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi pelaksanaan kebijakan Kota Layak Anak di Kota Depok pada klaster
perlindungan khusus dan mengidentifikasi upaya yang telah dilakukan oleh
pemangku kebijakan dalam menekan jumlah kekerasan terhadap anak. Metode
penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tehnik
pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Teori evaluasi kebijakan
publik yang digunakan adalah milik William N. Dunn dengan 6 indikator, yaitu
Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Pemerataan, Responsivitas dan Ketepatan. Dari
hasil penelitian ini diperoleh berupa evaluasi yang menujukkan bahwa pelaksanaan
kebijakan KLA di Kota Depok belum sepenuhnya optimal. Untuk mengevaluasi
pelaksanaan kebijakan KLA ini menggunakan indikator evaluasi kebijakan publik
menurut William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi baik dari alokasi waktu kerja
dan sumber daya pelaksana, kecukupan, responsivitas pelaksana kebijakan atas
tugasnya dan pemerataan kemudahan akses serta manfaat kebijakan sudah cukup
terlaksana dengan baik. Namun pada indikator efisiensi dari alokasi anggaran dana
serta responsivitas pelaksana kebijakan terhadap hasil kerja belum dapat terlaksana
dengan baik. Sementara itu DP3AP2KB Kota Depok sebagai pemangku kebijakan
KLA juga telah melakukan berbagai upaya preventif dan kuratif dalam menekan
jumlah kasus kekerasan terhadap anak diantaranya seperti memberikan sosialiasi,
edukasi kepada masyarakat utamanya pada orangtua dan anak dalam mencegah
kekerasan, menyediakan pelayanan perlindungan khusus baik pelaporan tindak
kekerasan anak dan pendampingan psikologis bagi korban yang membutuhkan.
Kata Kunci: Evaluasi Kebijakan, Kota Layak Anak, Klaster Perlindungan Khusus,
Kekerasan Anak
04/PEM/2025