Abstract :
Tujuan penulis meneliti tentang aliran kepercayaan kebatinan ? Perjalanan? atau AKP ( Aliran Kebatinan Perjalanan) Kota Semarang adalah 1) Mengetahui
bagaimana laku atau praktik spiritualitas yang dijalankan oleh penganut aliran kebatinan ? Perjalanan?. 2) Mengetahui bagaimana komunikasi dan pemaknaan dari praktik spiritualitas yang dijalankan penganut aliran kebatinan ?Perjalanan?.
3) Mengetahui bagaimana eksistensi aliran kebatinan ? Perjalanan? Kota
Semarang saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini, bertujuan mendapatkan data deskriptif dan jawaban yang jujur dari informan-informan yang diamati. Dengan menggunakan teori komunikasi spiritual, memunculkan makna sebagai hasil pemahaman dari para penganut. Penelitian dilakukan di Kota Semarang, tempat kesekretariatan Aliran Kebatinan ? Perjalanan?. Subjek dari penelitian ini adalah penganut aliran kebatinan ? Perjalanan? dan warga setempat yang bukan penganut. Hasil penelitian menunjukkan pertama, spiritualitas yang dilakukan oleh penganut kebatinan ? Perjalanan? adalah berupa praktik atau laku spiritual yang disebut ?Manembah?. Manembah dilakukan dengan cara Heneng, Hening, Eling, Awas dan Waspada, yang dilakukan dengan posisi kenyamanan penganut. ? Manembah? adalah sebagai bentuk komunikasi kepada Tuhan agar mendapat tenang dan tentram. Kedua, makna Manembah AKP, yaitu makna tentang hidup, ketuhanan dan kerohanian. Fungsi ? Manembah? AKP: sebagai sarana meminta petunjuk, refleksi diri, dan mencapai ketentraman. Penelitian ini juga membahas eksistensi dan persepsi dari warga non penganut AKP di lingkungan tempat tinggal mereka.