Abstract :
Kemiskinan akan selalu merujuk pada sebuah kondisi dan keadaan yang
serba kekurangan. Dalam kaitan itu, kondisi serba kekurangan tersebut selanjutnya
dapat dilihat dalam dimensi ekonomi, dimensi sosial dan politik, serta dimensi
budaya. Di Indonesia, wilayah pesisir merupakan daerah yang sangat tidak asing
dengan fenomena kemiskinan. Potensi sumber daya laut dan perikanan yang besar,
ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat pesisir.
Berbagai program yang telah diupayakan oleh pemerintah juga nyatanya masih
belum memuaskan dan kurang tepat sasaran. Hal ini tentu menjadi menarik karena
dengan potensi yang besar masyarakat masih saja berada dalam lingkaran
kemiskinan. Untuk itu pada penelitian ini peneliti ingin melihat kehidupan
masyarakat pesisir Kota Sibolga khususnya Kelurahan Aek Muara Pinang dan
Kelurahan Pasar Belakang secara dekat dengan metode etnografi untuk melihat
permasalahan yang ada pada masyarakat, baik itu dari faktor kelembagaan dan dari
masyarakat itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir di
Kota Sibolga memiliki tingkat kemiskinan yang tergolong tinggi. Hal ini dapat
dilihat dari tingkat pendapatan yang masih rendah, pendidikan rendah, beban
tanggungan yang banyak, serta kondisi tempat tinggal yang bahkan belum layak.