DETAIL DOCUMENT
KESENIAN BALAJAD DUSUN KALITANGI STUDI KASUS: DUSUN KALITANGI, DESA GENTING, KECAMATAN JAMBU, KABUPATEN SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Apreliawan, Risqi
Ramadhan, Dani Mohammad
Purwanti, Tari
Subject
Humanities 
Datestamp
2025-03-17 10:31:33 
Abstract :
Kesenian Balajad merupakan tarian tradisional yang ada di dusun Kalitangi, Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Kesenian ini pada awalnya adalah media dakwah yang digunakan oleh Mbah Dulrohman untuk menyebarkan ajaran Islam. Kesenian ini terdiri dari tiga babak antara lain: (1) babak balajad, (2) babak ndayakan, (3) babak mbaong. Babak balajad menggunakan atribut jubah seperti orang-orang dari Timur Tengah. Kostum ini menggambarkan para pendakwah yang hendak menyebarkan agama Islam. Babak ndayakan yang menggunakan kostum serba hitam menjadi gambaran orang-orang yang belum mengenal tatanan. Ndayakan merepresentasikan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah balajad. Sedangkan babak mbaong merepresentasikan hawa nafsu yang ada dalam diri manusia. Kesenian ini mengalami mati suri pada tahun 1992-2005 bahkan dari tahun 2019 sampai sekarang belum juga dimainkan. Mati suri tersebut merupakan puncak gunung es dari berbagai permasalahan yang ada didalamnya. Masalah tersebut antara lain perbedaan pandangan mengenai kesakralan kesenian ini. Para tetua kesenian berpandangan kesenian ini sebagai sesuatu yang sakral sedangkan generasi muda menganggap kesenian ini hanya sebatas hiburan. Masalah lain yang dialami Balajad adalah mahalnya biaya operasional ketika akan pentas. Iuran yang dikumpulkan terkadang tidak cukup sehingga dibutuhkan peran pemerintah dalam menangani masalah ini. Selain itu dengan kematian para tokoh-tokoh tetua berdampak pada kurangnya hubungan harmonis diantara masyarakat. Masyarakat Kalitangi menjadi enggan untuk terlibat dalam kesenian ini dan semakin lama muncul rasa malas. Pada akhirnya dibutuhkan sosok pemimpin untuk dapat mengayomi perbedaan pandangan sehingga kelestarian Kesenian Balajad dapat terjaga. 
Institution Info

Universitas Diponegoro