Abstract :
Fenomena tingginya angka putus sekolah di Indonesia yang disebabkan oleh
biaya pendidikan menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah menyediakan
pendanaan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk
meringankan beban peserta didik, kenaikan nominal BOS ternyata tidak cukup
efektif menurunkan angka putus sekolah, bahkan memiliki tren yang sama dengan
peningkatan angka tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengalisis
dampak program BOS terhadap angka putus sekolah di Indonesia pada jenjang SDSMP menggunakan metode Logit dan Probit dengan data Indonesian family life
survey tahun 2014 (IFLS-5). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tidak ada
dampak yang terlihat dari alokasi pendanaan BOS pada probabilitas penurunan
tingkat putus sekolah.